Banjir kembali merendam ruas jalan nasional di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, pada Senin, 11 Mei 2026, sehingga akses menuju delapan desa di Kecamatan Piani sempat lumpuh. Genangan air terjadi di kawasan Desa Bitahan Baru setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam.
Ketua Komisi I DPRD Tapin, Rustam Nawawi, mengatakan proses evakuasi darurat dilakukan menggunakan dua armada milik perusahaan tambang guna membantu warga melintas. Langkah sementara itu dilakukan agar kendaraan roda dua masih dapat melewati jalur yang terdampak banjir.
Akibat genangan yang menutupi badan jalan, mobilitas warga dari Kecamatan Piani menuju Kota Rantau maupun sebaliknya terganggu. Sejumlah pengendara memilih berhenti di pinggir jalan karena khawatir kendaraan mogok saat menerobos banjir.
Rustam menyebut banjir di jalur tersebut terus berulang setiap kali hujan deras turun. Kondisi diperparah setelah akses jalan alternatif yang sebelumnya digunakan masyarakat ditutup dan belum digantikan dengan infrastruktur yang memadai.
Warga berharap pemerintah daerah bersama perusahaan tambang segera mengambil langkah permanen, seperti membuka kembali akses alternatif dan membangun jembatan dengan elevasi lebih tinggi agar jalur utama tidak lagi terendam saat debit air meningkat.
Dikutip dari antaranews.com