Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) memastikan program renovasi 15.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah perbatasan tepat sasaran melalui peninjauan langsung ke rumah warga penerima bantuan.
Sekretaris BNPP RI, Makhruzi Rahman, meninjau kondisi rumah milik warga di Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, yang berada di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan rumah yang diusulkan benar-benar memenuhi kriteria penerima bantuan program peningkatan kualitas RTLH. Dari hasil verifikasi lapangan, rumah warga dinilai layak mendapatkan perbaikan karena kondisinya masih sangat memprihatinkan.
BNPP menyebut program renovasi 15.000 RTLH menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), khususnya yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar dan hunian layak.
Selain memastikan bantuan tepat sasaran, pemerintah juga ingin mempercepat realisasi program agar masyarakat perbatasan dapat segera memperoleh tempat tinggal yang lebih aman dan sehat.
Program Bantuan Peningkatan Kualitas RTLH melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tersebut sebelumnya telah diluncurkan secara nasional pada April 2026 oleh pemerintah pusat bersama sejumlah kementerian terkait.
BNPP berharap program ini tidak hanya menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat perbatasan, tetapi juga memperkuat rasa aman, kesejahteraan, serta optimisme warga sebagai garda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dikutip dari antaranews.com