Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa pagi tercatat melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data pasar, rupiah turun 17 poin atau sekitar 0,10 persen menjadi Rp17.685 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.668 per dolar AS.
Pergerakan rupiah masih dipengaruhi dinamika pasar keuangan global, termasuk sentimen terhadap penguatan dolar AS dan perkembangan ekonomi internasional. Pelemahan mata uang Garuda juga terjadi di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap arah kebijakan suku bunga global serta kondisi geopolitik dunia.
Pelaku pasar saat ini masih mencermati sejumlah faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi pergerakan nilai tukar, termasuk perkembangan harga komoditas dan arus modal asing di pasar keuangan domestik.
Dikutip dari antaranews.com