Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan alasan dirinya menyampaikan langsung Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu (20/5/2026). Menurut Prabowo, Indonesia saat ini menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi global yang penuh konflik, ketegangan, dan ketidakpastian sehingga Presiden perlu hadir langsung menjelaskan arah pengelolaan ekonomi negara.
Prabowo menilai perang dan konflik di berbagai kawasan dunia memberikan dampak besar terhadap kondisi ekonomi nasional. Karena itu, pemerintah perlu menyampaikan secara langsung strategi ekonomi dan kebijakan fiskal kepada DPR RI dan masyarakat.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menegaskan APBN bukan sekadar dokumen keuangan negara, tetapi alat perjuangan bangsa untuk melindungi rakyat, memperkuat fondasi ekonomi nasional, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai amanat UUD 1945.
Rapat Paripurna DPR RI tersebut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, serta 451 anggota DPR RI yang memenuhi kuorum sidang.
Sumber antaranews.com