PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak delapan perusahaan masih berada dalam antrean atau pipeline Initial Public Offering (IPO) hingga 26 Juni 2026. Dari jumlah tersebut, enam perusahaan merupakan kategori beraset besar dengan nilai aset di atas Rp250 miliar, sementara sisanya terdiri atas satu perusahaan beraset menengah dan satu perusahaan beraset kecil.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan mayoritas perusahaan yang bersiap melantai di bursa berasal dari sektor kesehatan dengan total empat perusahaan. Selain itu, terdapat perusahaan dari sektor barang konsumen primer dan infrastruktur yang juga masuk dalam daftar antrean IPO.
Sepanjang tahun 2026 hingga 26 Juni, pasar modal Indonesia telah mencatat satu perusahaan yang berhasil melaksanakan IPO dengan dana yang dihimpun mencapai Rp306 miliar. Dengan tambahan tersebut, jumlah perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia kini mencapai 957 emiten.
Selain IPO, BEI juga mencatat aktivitas penerbitan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) yang cukup tinggi dengan nilai penghimpunan dana mencapai Rp76,09 triliun. Sementara itu, terdapat 48 emisi EBUS dan satu perusahaan yang tengah berada dalam antrean pelaksanaan rights issue untuk memperkuat pendanaan di pasar modal.