Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mendorong lebih banyak karya sastra klasik Indonesia diadaptasi menjadi film, teater, maupun drama musikal guna memperluas pemanfaatan sastra dalam industri kreatif nasional. Menurutnya, berbagai karya sastra memiliki potensi besar untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas melalui medium audiovisual dan pertunjukan seni.
Fadli mencontohkan novel Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis yang berhasil diadaptasi menjadi film Perang Kota. Kesuksesan adaptasi tersebut menunjukkan bahwa karya sastra Indonesia mampu berkembang menjadi produk kreatif bernilai tinggi sekaligus memperkuat eksistensi sastra di tengah masyarakat modern.
Sebagai upaya memperkenalkan sastra Indonesia ke tingkat global, Kementerian Kebudayaan bersama Manajemen Talenta Nasional juga meluncurkan enam buku terjemahan sastra klasik Indonesia dalam bahasa Inggris. Seluruh proses penerjemahan dilakukan selama satu tahun melalui Laboratorium Penerjemahan Sastra untuk memastikan kualitas dan ketepatan makna karya.
Fadli berharap program hilirisasi sastra terus berlanjut setiap tahun dan menjadi bagian penting dalam peringatan Hari Sastra Indonesia. Dengan dukungan penerjemahan, adaptasi film, hingga pertunjukan seni, karya sastra klasik Indonesia diharapkan semakin dikenal, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.
Dikutip dari RRI.co.id