IHSG Melemah Terbebani Sentimen Global dan Domestik, Bagaimana Strategi Investor?

IHSG Melemah Terbebani Sentimen Global dan Domestik, Bagaimana Strategi Investor?

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis berpotensi melanjutkan tren pelemahan setelah dibuka turun 7,60 poin (0,13 persen) ke posisi 5.865,77. Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, memperkirakan IHSG masih akan menguji area support di kisaran 5.800-5.745. Koreksi ini dipicu oleh kombinasi sentimen negatif, baik dari ketidakpastian pasar global maupun dinamika ekonomi domestik yang menahan laju penguatan indeks.

Dari panggung mancanegara, meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pasca berakhirnya gencatan senjata memicu lonjakan harga minyak mentah akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi. Kondisi ini diperparah oleh risalah rapat The Fed (FOMC minutes) yang menunjukkan perdebatan sengit mengenai prospek kebijakan moneter dan inflasi yang dibayangi tren kecerdasan buatan (AI). Sentimen negatif ini turut menyeret koreksi massal pada mayoritas bursa saham Eropa dan Wall Street pada hari sebelumnya.

Sementara itu dari dalam negeri, pasar modal Indonesia menghadapi tekanan capital outflow setelah S&P Dow Jones Indices memasukkan Indonesia ke dalam watchlist evaluasi yang berpotensi menurunkan statusnya dari emerging market menjadi frontier market. Tekanan ini ditambah dengan penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bank Indonesia per Juni 2026 ke level 117,8. Kendati demikian, keyakinan konsumen tercatat masih berada di zona optimis (di atas 100), dan investor kini tengah menantikan rilis data penjualan ritel serta otomotif terbaru untuk stimulus pasar selanjutnya. Dikutip dari Antaranews.com

About The Author