Indonesia Serukan Inovasi Kerja Sama ASEAN Plus Three

Indonesia Serukan Inovasi Kerja Sama ASEAN Plus Three

JAKARTA — Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan pentingnya memperluas inovasi dan adaptasi dalam kerja sama ASEAN Plus Three (APT) agar tetap relevan menghadapi tantangan global. Pernyataan tersebut disampaikan pada Pertemuan ke-27 ASEAN Plus Three di sela-sela Pertemuan Menlu ASEAN (AMM) ke-59 di Filipina. Menlu Sugiono menyoroti gejolak pasar energi hingga gangguan rantai pasok dunia yang kini berdampak pada kawasan. Oleh karena itu, kolaborasi antara negara ASEAN dengan tiga mitra Asia Timur—China, Jepang, dan Korea Selatan—harus menjadikan inovasi sebagai inti usaha bersama untuk menghasilkan dampak konkret.

Salah satu sektor utama yang disorot Indonesia adalah penguatan ketahanan pangan dan rantai pasok kawasan. Sugiono mendorong agar keberhasilan program Cadangan Pangan Darurat ASEAN Plus Three diperluas ke sektor inovasi pertanian serta diversifikasi cadangan pangan. Sementara di bidang keuangan, Indonesia menyambut baik kemajuan multilateralisasi Inisiatif Chiang Mai yang menyediakan jaring pengaman finansial hingga 240 miliar dolar AS. Implementasi skema baru seperti Fasilitas Pendanaan Kilat (Rapid Financing Facility) dinilai penting untuk mempercepat akses dana darurat saat terjadi krisis ekonomi di kawasan.

Lebih lanjut, Menlu Sugiono menyerukan agar seluruh kemitraan ASEAN Plus Three tetap mengacu pada prinsip Traktat Persahabatan dan Kerja Sama Asia Tenggara (TAC) yang diwujudkan melalui Wawasan Indo-Pasifik ASEAN (AOIP). Langkah strategis ini selaras dengan upaya ASEAN memajukan Visi Komunitas ASEAN 2045. Sejak dibentuk pada tahun 1997, forum kerja sama ini terbukti menjadi kekuatan utama di kawasan, dan Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat peran sentral ASEAN dalam menjaga stabilitas serta pertumbuhan ekonomi regional. Dikutip dari Antaranews.com

About The Author