Mengenal Jenis-Jenis Wayang di Indonesia: Dari Wayang Purwa hingga Wayang Golek

Mengenal Jenis-Jenis Wayang di Indonesia: Dari Wayang Purwa hingga Wayang Golek

Jakarta, 8 November 2025 — Seni pertunjukan wayang menjadi salah satu kekayaan budaya Indonesia yang kaya akan nilai sejarah dan filosofi. Wayang bukan sekadar hiburan, tetapi juga dianggap sebagai representasi bayangan manusia dan roh nenek moyang yang memberi perlindungan.

Mengutip Gemar Wayang karya Suwaji Bastomi (1995), wayang diartikan sebagai boneka yang diproyeksikan ke layar putih, mewakili bayangan manusia atau roh nenek moyang.

Daftar Jenis Wayang di Indonesia

  1. Wayang Purwa – Terbuat dari kulit dan diambil dari cerita Ramayana dan Mahabharata. Proporsinya seimbang karena diukir dengan sistem tertentu.
  2. Wayang Pedalangan – Jenis yang paling umum, misalnya Wayang Bima dengan tinggi 70,7 cm dan lebar 30,2 cm.
  3. Wayang Kaper – Ukuran kecil, sering digunakan untuk anak-anak yang belajar pedalangan.
  4. Wayang Kidang Kencanan – Lebih besar dari wayang kaper agar tidak terlalu berat saat pertunjukan.
  5. Wayang Ageng – Ukuran paling besar, digunakan untuk pagelaran tertentu karena terlalu berat dimainkan sepanjang malam.
  6. Wayang Madya – Ciptaan Mangkunegara IV, mengambil cerita Yudayono sampai Jayalengkara. Raja digambarkan memakai perhiasan di punggung.
  7. Wayang Klitik – Terbuat dari kayu pipih dengan lengan dan tangan dari kulit sapi atau kerbau, menceritakan cerita kerajaan Majapahit dan Pajajaran.
  8. Wayang Beber – Dilukis di kain putih, biasanya terdiri dari empat buah kain dengan 16 adegan.
  9. Wayang Gedog – Diciptakan Sunan Giri untuk cerita Panji, mirip Wayang Purwa tetapi tanpa gelung ‘supit urang’ pada tokoh raja.
  10. Wayang Golek – Terbuat dari kayu bulat seperti boneka, berpakaian jubah, memakai serban, sepatu, dan perlengkapan lain.

Wayang memiliki nilai budaya, sejarah, dan filosofi yang mendalam. Dari pertunjukan malam hingga pagelaran tertentu, setiap jenis wayang memiliki fungsi, ukuran, dan cerita khasnya masing-masing, menjadikannya simbol keanekaragaman budaya Indonesia.Dikutip dari RRI.co.id

About The Author