Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), turut dirasakan hingga sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Kepulauan Selayar, Bulukumba, dan Bantaeng.
Di Kepulauan Selayar, sejumlah warga memilih mengungsi ke dataran tinggi setelah menerima informasi mengenai potensi tsunami akibat gempa tersebut. Warga Pulau Takabonerate dan beberapa wilayah kepulauan bergerak mencari lokasi yang dianggap lebih aman sebagai langkah antisipasi.
Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan mengatakan pihaknya telah memerintahkan jajaran kepolisian untuk melakukan pemantauan di berbagai wilayah sekaligus memberikan imbauan agar masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi.
Berdasarkan laporan sementara, warga di Desa Lembang dan Desa Kalaotoa sempat menuju wilayah yang lebih tinggi untuk menghindari risiko bencana. Sementara itu, kondisi di wilayah daratan Pulau Selayar terpantau lebih kondusif dan aktivitas masyarakat mulai kembali normal.
Petugas Bhabinkamtibmas serta jajaran Polsek terus melakukan pengecekan kondisi masyarakat dan memastikan situasi keamanan tetap terjaga. Polisi juga mengingatkan warga agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat memicu kepanikan.
Sementara itu, BMKG Wilayah IV Makassar mencatat adanya kenaikan muka air laut di Kabupaten Bulukumba setinggi 0,54 meter pada pukul 05.58 WITA. Masyarakat di wilayah terdampak tetap diminta waspada dan mengikuti arahan dari pemerintah serta petugas di lapangan.