Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengerahkan tim gabungan untuk melakukan survei makroseismik, uji karakteristik respons tanah, serta verifikasi dampak tsunami pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, di Jakarta, menyatakan bahwa pengujian karakteristik tanah ini mencakup pengukuran mikrotremor dan Multichannel Analysis of Surface Waves (MASW) di wilayah terdampak guna mengetahui respons tanah terhadap guncangan serta memonitor aktivitas gempa susulan.
Survei teknis lapangan ini diprioritaskan pada kawasan dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat, meliputi Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, hingga Sikka, untuk kemudian dibandingkan dengan wilayah yang relatif aman. Berdasarkan catatan BMKG hingga Senin (17/8) siang pukul 11.00 WIB, tercatat telah terjadi 1.624 kali gempa susulan pascagempa utama, dengan 23 kejadian di antaranya berkekuatan di atas magnitudo 5,0 dan 59 kejadian dirasakan langsung oleh warga setempat.
Hasil dari pemetaan teknis komprehensif ini nantinya akan diproyeksikan sebagai basis utama pemetaan mikro-zonasi bencana serta landasan penyusunan rekomendasi rekonstruksi tata ruang dan bangunan yang aman gempa bagi pemerintah daerah. Di tengah tingginya aktivitas gempa susulan, BMKG mengimbau masyarakat di Flores dan sekitarnya agar tetap tenang, menghindari bangunan yang mengalami retak atau rusak, serta senantiasa memantau informasi resmi kebencanaan melalui kanal komunikasi sah milik BMKG. Dikutip dari Antaranews.com