Denpasar — PT Jasa Raharja (Persero) Wilayah Bali terus memperkuat penerapan manajemen risiko sebagai bagian penting dalam menjaga keberlangsungan dan kualitas operasional perusahaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Sharing Session Manajemen Risiko oleh Divisi Manajemen Risiko Kantor Pusat” yang digelar pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Divisi Manajemen Risiko PT Jasa Raharja, Emil Feriansyah Latief, S.E., M.A., didampingi Kepala PT Jasa Raharja Wilayah Bali, Abdillah, S.Sos., M.Si., serta Kepala Urusan Manajemen Risiko Keuangan dan Teknologi Informasi. Dengan suasana yang hangat dan interaktif, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Tim Divisi Manajemen Risiko Kantor Pusat.
Sharing session tersebut menjadi ruang bagi insan Jasa Raharja Wilayah Bali untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya manajemen risiko dalam mendukung pelaksanaan tugas dan operasional perusahaan. Antusiasme terlihat dari keterlibatan aktif para pegawai selama kegiatan berlangsung, sekaligus menunjukkan adanya kesadaran bersama bahwa pengelolaan risiko merupakan tanggung jawab seluruh insan perusahaan.
Dalam kesempatan tersebut, materi juga menekankan pentingnya penerapan Business Continuity Management (BCM) dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam mengantisipasi berbagai potensi risiko yang dapat memengaruhi keberlangsungan operasional.
Menutup kegiatan, Abdillah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Divisi Manajemen Risiko Kantor Pusat atas kesempatan berbagi pengetahuan dan memberikan penguatan kepada seluruh pegawai Jasa Raharja Wilayah Bali.
“Sharing session ini menjadi momentum penting bagi kita untuk terus meningkatkan kesadaran dan kesiapan dalam menghadapi berbagai risiko. Jasa Raharja Wilayah Bali berkomitmen untuk senantiasa melakukan yang terbaik dalam memitigasi risiko, khususnya melalui penerapan BCM dan SMK3 dalam operasional kantor sehari-hari,” ujar Abdillah.
Melalui kegiatan tersebut, Jasa Raharja Wilayah Bali berharap budaya sadar risiko semakin tumbuh di seluruh lini organisasi. Dengan pengelolaan risiko yang konsisten, perusahaan dapat menjaga keberlangsungan operasional sekaligus memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat secara berkelanjutan.
Jasa Raharja, melayani sepenuh hati dengan mengedepankan tata kelola dan manajemen risiko yang kuat.