Samarinda – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Kalimantan Timur) bergerak sigap mengerahkan tim gabungan untuk memadamkan puluhan titik panas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, mengungkapkan bahwa pihaknya memantau keberadaan 24 titik panas yang tersebar di beberapa kabupaten, dengan konsentrasi tertinggi berada di wilayah Paser serta pengawasan ketat di Kabupaten Berau.
Lonjakan hotspot tahun ini menjadi perhatian serius setelah BMKG mencatat sebanyak 9.861 titik panas di Kaltim hingga 19 Agustus 2026, yang telah melampaui rekor masa El Nino Agustus 2015 silam. Guna menghadapi tantangan ini, BPBD memperketat patroli dengan menyiagakan regu siaga yang terdiri atas personel TNI, kepolisian, dan relawan desa. Kendati petugas kerap menghadapi kendala akses jalan yang sulit dijangkau armada konvensional, mereka tetap memaksimalkan pemadaman menggunakan tangki air portabel dan selang panjang hingga ratusan meter.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, pemerintah daerah kini merancang usulan operasi modifikasi cuaca untuk menekan risiko kemunculan titik api baru sekaligus mengisi embung warga di sekitar wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN). Strategi komprehensif dari hulu ke hilir ini diharapkan mampu meredam ancaman karhutla secara efektif di tengah tantangan cuaca ekstrem dan pergeseran arah angin yang sulit diprediksi. Dikutip dari Antaranews.com