BPBD Kalsel Maksimalkan Satgas Udara dalam Penanganan Karhutla

BPBD Kalsel Maksimalkan Satgas Udara dalam Penanganan Karhutla

BANJARBARU — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengoptimalkan dukungan Satgas Udara untuk membantu Satgas Darat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Operasi udara dilakukan melalui pemantauan titik api menggunakan satu helikopter patroli dan satu pesawat patroli, terutama untuk mendeteksi lokasi yang belum terjangkau pemantauan dari darat.

Kasubbid Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kalsel Ariansyah mengatakan Satgas Udara telah beroperasi lebih dari satu bulan untuk mendukung penanganan karhutla. Tiga unit helikopter water bombing juga disiagakan untuk memadamkan titik api yang sulit dijangkau tim darat. Dalam operasi sebelumnya, sejumlah titik berhasil dipadamkan melalui dua sorti water bombing, meski beberapa lokasi masih menyisakan asap tipis karena luas area terbakar cukup besar dan membutuhkan penanganan secara terpadu antara satgas udara dan darat.

Briefing harian Satgas Udara Karhutla Kalsel terus dilakukan untuk memastikan operasi berjalan efektif, dengan prioritas penanganan di kawasan Ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor. Berdasarkan data BPBD Kalsel hingga 21 Agustus 2026, tercatat 1.651 kejadian karhutla dengan perkiraan luas lahan terbakar mencapai 6.905,67 hektare. Optimalisasi operasi udara diharapkan dapat mempercepat pemadaman sekaligus membantu mencegah meluasnya kebakaran di sejumlah wilayah Kalsel. Dikutip dari Antaranews.com

About The Author