Jakarta – Pemerintah menargetkan penempatan 500 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri hingga 2029 melalui program SMK Go Global. Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani mengatakan, program ini dirancang untuk menyiapkan PMI yang memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional. Dari target tersebut, sebanyak 300 ribu PMI ditargetkan berasal dari lulusan SMK atau SMA, sedangkan 200 ribu lainnya berasal dari masyarakat umum yang memiliki minat dan potensi bekerja di luar negeri.
Pada 2026, pemerintah menargetkan penyiapan dan penempatan 40 ribu PMI melalui program SMK Go Global. Christina menjelaskan, para calon PMI akan menjalani proses upskilling yang mencakup peningkatan keterampilan teknis, kemampuan bahasa, hingga sertifikasi. Kompetensi tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan industri dan peluang kerja di masing-masing negara tujuan, mengingat setiap negara memiliki standar dan kebutuhan tenaga kerja yang berbeda.
Selain meningkatkan kualitas PMI, program SMK Go Global juga diarahkan untuk memastikan proses penempatan berlangsung secara legal dan prosedural. Pemerintah berupaya mencegah masyarakat menjadi korban penipuan, perdagangan orang, maupun praktik penempatan PMI secara nonprosedural. Melalui persiapan sejak dari dalam negeri hingga proses penempatan, pemerintah berharap program ini dapat memperluas akses kerja luar negeri yang aman sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia hingga 2029. Dikutip dari RRI.co.id