Pemkot Tangsel Optimalkan Anggaran Meski Tidak 100 Persen Terserap

Pemkot Tangsel Optimalkan Anggaran Meski Tidak 100 Persen Terserap

TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat, realisasi penyerapan pendapatan daerah hingga saat ini telah mencapai lebih dari 80 persen. Target belanja daerah ditargetkan tembus hingga 98 persen pada akhir tahun 2025.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan, serapan anggaran per November 2025 menunjukkan pendapatan daerah sudah mencapai 80 persen, sedangkan belanja daerah mendekati 70 persen.

“Serapan anggaran, yang pertama mengenai pendapatan daerah sudah 80 persen, sampai dengan minggu kedua November 2025. Kemudian, pendapatan belanja, serapannya sudah mendekati 70 persen,” ujar Benyamin, Minggu (15/11/2025).

Benyamin menambahkan, pada akhir Desember 2025, pihaknya akan melakukan penagihan ke kontraktor atau pihak ketiga yang telah menyelesaikan kontrak hingga termin keempat. Namun, ia menegaskan, tidak mungkin seluruh anggaran terserap 100 persen, dan sisa yang tidak terserap akan menjadi SILPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran).

“Kalau harus habis rasanya sulit, ya, karena tidak mungkin habis ketika satu proyek misalnya Rp1 miliar, ditawar Rp980 juta. Berarti tetap ada sisa anggaran, silpa itu adalah sisa anggaran yang tidak terserap,” jelas Wali Kota.

Meski begitu, Benyamin optimis angka target serapan anggaran yang ditetapkan akan berhasil dicapai.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengirim surat kepada pemerintah daerah, termasuk Pemkot Tangsel, untuk mendorong percepatan belanja APBD 2025. Surat bernomor S-662/MK.08/2025 tertanggal 20 Oktober 2025 itu berisi arahan agar pemerintah daerah melakukan langkah penguatan secara harmonis di daerah.

“Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan program pembangunan tahun 2025, dan sejalan dengan arahan Presiden, perlu terus dilakukan langkah-langkah penguatan, baik oleh pusat maupun daerah,” ujar Menkeu.

Dengan langkah ini, Pemkot Tangsel berharap belanja APBD 2025 dapat mendukung pembangunan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meskipun realisasi 100 persen anggaran kemungkinan sulit tercapai. Dikutip dari RRI.co.id

About The Author