Jakarta – PSIM Yogyakarta mengambil keputusan strategis dengan memilih menetap di Surabaya menjelang laga pekan ketiga BRI Super League 2026/27 melawan Madura United. Laga penting ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, pada Jumat (18/9/2026) pukul 19.00 WIB. Keputusan bertahan di Jawa Timur ini diambil manajemen dan tim pelatih untuk menyiasati jadwal padat sekaligus menghindari kelelahan fisik pemain setelah sebelumnya menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo.
Manajer tim PSIM, Iksan Mahar, menjelaskan bahwa faktor efisiensi perjalanan dan kebutuhan pemulihan menjadi alasan utama di balik kebijakan tersebut. Jika skuad berjuluk Laskar Mataram harus bolak-balik kembali ke Yogyakarta terlebih dahulu, beban fisik pemain dinilai akan sangat terkuras di tengah kompetisi yang ketat. Selain itu, jarak tempuh yang lebih praktis dari Surabaya menuju Pamekasan memberikan keuntungan tersendiri bagi tim asuhan Jean-Paul van Gastel untuk memaksimalkan waktu persiapan menjelang pertandingan tandang berikutnya.
Selama masa tinggal sementara di Surabaya, tim pelatih fokus mengoptimalkan tiga aspek penting bagi para pemain, yaitu recovery, pengaturan gizi dan nutrisi, serta pematangan taktik permainan. Langkah komprehensif ini diharapkan mampu mendongkrak performa tim yang baru mengoleksi satu poin dari dua laga awal, sekaligus menjadi amunisi tambahan untuk menghadapi Madura United yang saat ini tengah berada dalam tren positif. Dikutip dari Antaranews.com