Kepri: 4 Daerah Tembus Penilaian Terbaik Program Penurunan Stunting

Kepri: 4 Daerah Tembus Penilaian Terbaik Program Penurunan Stunting

Batam – Sejumlah daerah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat prestasi nasional dengan masuk dalam penilaian 197 kabupaten/kota berkinerja terbaik dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting tahun 2024. Empat daerah yang berhasil meraih penghargaan tersebut adalah Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, dan Kabupaten Natuna. Keempat daerah ini dinilai mampu menunjukkan kinerja konsisten serta memperkuat intervensi gizi dan non-gizi di wilayahnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri, Rohina, M.Si., memberikan apresiasi atas capaian daerah-daerah ini. “Prestasi ini merupakan hasil kerja keras para kader, pemerintah daerah, dan seluruh mitra yang terlibat dalam percepatan penurunan stunting. Kepri membuktikan bahwa sinergi lintas sektor dapat menghasilkan dampak nyata di lapangan,” ujarnya.

Pengakuan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting 2025, yang dipimpin Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, selaku Ketua Pengarah TPPS Nasional. Dalam kegiatan tersebut, Wapres menerima laporan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, mengenai tren nasional prevalensi stunting yang terus menurun.

Dalam arahannya, Wapres Gibran menegaskan pentingnya kerja kolaboratif antara pusat dan daerah. Ia mengapresiasi pencapaian nasional yang berhasil menurunkan prevalensi stunting ke bawah 20 persen, melampaui proyeksi awal, namun mengingatkan tantangan masih besar untuk mencapai target 14 persen pada 2029.

“Alhamdulillah atas arahan Bapak Presiden, angka prevalensi stunting 2024 berhasil ditekan menjadi 19,8 persen, turun 357 ribu anak dibandingkan tahun 2023. Angka ini lebih baik dari proyeksi Bappenas, yakni 20,1 persen. Penurunan ini juga diikuti penurunan balita wasting, balita overweight, dan anemia pada ibu hamil,” ungkap Wapres Gibran.

Wapres menyoroti sejumlah daerah yang mengalami penurunan signifikan, menekankan kepemimpinan daerah, kolaborasi lintas sektor, dan keterlibatan masyarakat sebagai faktor keberhasilan. Prestasi Kepri yang masuk daftar 197 daerah terbaik sejalan dengan prinsip tersebut.

Dalam kesempatan sama, Wapres didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, menyerahkan secara simbolis Dana Insentif Fiskal (DIF) 2025 kepada sepuluh pemerintah daerah. Salah satu penerima DIF adalah Kabupaten Bintan yang diterima langsung oleh Bupati Roby Kurniawan.

Pemberian DIF diharapkan mendorong percepatan penurunan stunting secara nasional. Penetapan penerima DIF dilakukan berdasarkan indikator kinerja yang ditetapkan Kementerian Keuangan sebagai bentuk apresiasi atas capaian dan komitmen daerah.

Selain itu, BKKBN menyerahkan Penghargaan GENTING kepada pemerintah daerah dan mitra pentahelix berprestasi. Program GENTING dan inisiatif “quick wins” lainnya dinilai memperkuat ketahanan keluarga sebagai strategi utama percepatan penurunan stunting.

Menteri Wihaji menegaskan, terdapat 8,6 juta keluarga berisiko stunting di Indonesia sehingga intervensi presisi menjadi kunci keberhasilan. “Kerja kita harus presisi: siapa mengerjakan apa, dengan pembiayaan jelas dan target terukur. Dengan disiplin dan kolaborasi, angka stunting bisa turun lebih cepat,” katanya.

Ia menambahkan, “Keluarga adalah fondasi utama pembangunan manusia. Dari keluarga lahir generasi sehat, tangguh, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.”

Prestasi daerah-daerah di Kepri ini menunjukkan kesiapan dan komitmen kuat dalam mempercepat penurunan prevalensi stunting, sejalan dengan target pembangunan nasional dan visi Indonesia Emas 2045. Dikutip dari RRI.co.id

About The Author