Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak mahasiswa, khususnya jurusan Hubungan Internasional (HI), untuk membaca tanda zaman dan menyiapkan diri menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (21/11/2025), Bima menyoroti kesamaan semangat antara dirinya dan para mahasiswa. Ia menceritakan perjalanan studinya di HI Universitas Parahyangan, hingga menjadi dosen dan Wali Kota Bogor sebelum menjabat Wamendagri.
Bima menekankan bahwa setiap pilihan hidup dipengaruhi oleh informasi dan konteks zamannya.
“Dunia adalah menu for choice menurut teori Hubungan Internasional. Dunia menawarkan macam-macam skenario, macam-macam pilihan, tergantung informasi dan ideologi yang kita miliki,” ujarnya, merujuk pada buku klasik World Politics: The Menu for Choice yang populer di kalangan mahasiswa HI.
Pembicara Kunci di Birfest 2025
Pernyataan tersebut disampaikan Bima saat menjadi pembicara kunci pada pembukaan Binus International Relations Festival (Birfest) 2025 dengan tema “The Age of Recalibration: Connecting Youth Across Borders” di Universitas Binus Kampus Anggrek, Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa perubahan global membentuk ulang pilihan geopolitik. Jika era Perang Dingin hanya menawarkan dua blok, kini dunia dipenuhi aktor baru, isu yang lebih luas, dan dinamika sulit diprediksi, yang oleh Michiko Kakutani disebut sebagai bangkitnya para outsider.
Bima menyoroti dinamika politik global, termasuk perubahan kepemimpinan di Amerika Serikat (AS), terpilihnya Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York, hingga munculnya Rob Jetten sebagai Perdana Menteri Belanda termuda. Ia menekankan bahwa masyarakat kini lebih fokus pada program kerja kandidat daripada dikotomi tua-muda.
“Zohran menawarkan the real thing: biaya sewa apartemen murah, transportasi terjangkau, dan biaya hidup rendah,” ujarnya.
Bonus Demografi dan Masa Depan Indonesia
Bima menegaskan bahwa bonus demografi dua dekade ke depan menjadi periode penentu bagi Indonesia. Tantangan utamanya adalah keluar dari jebakan pendapatan menengah.
“Bayangkan waktu saya seusia kalian, negara maju terasa jauh. Today, it is so close. Dalam 20 tahun ke depan, jika kita memanfaatkan bonus demografi, Indonesia bisa menjadi salah satu lima ekonomi terbesar dunia,” katanya.
Konsep Penting bagi Mahasiswa HI
Bima menekankan dua konsep penting bagi mahasiswa HI:
- The logic of two-level games dari Robert D. Putnam, agar diplomat mampu memainkan peran di panggung internasional dan domestik.
- Prisoner’s dilemma dalam teori permainan, untuk memahami strategi aktor lain di bawah tekanan.
“Keunggulan mahasiswa HI adalah power of logic. Teori-teori ini melatih berpikir sistematis dan terstruktur,” tambahnya.
Jejaring, Aktivisme, dan Nasionalisme
Bima juga menekankan pentingnya membangun jejaring positif, menjauhi pergaulan toxic, memiliki jiwa aktivis, wawasan global, serta tetap berakar pada nilai nasionalisme.
“Pemimpin selalu berada dalam orbit pemimpin. Masa depan disiapkan, bukan dinantikan. Jangan sia-siakan waktu dengan teman yang toxic,” tuturnya. Dikutip dari Antaranews.com