YOGYAKARTA — Kebiasaan berkendara dalam perjalanan sehari-hari menjadi perhatian Jasa Raharja saat memberikan edukasi keselamatan lalu lintas kepada mahasiswa STIPRAM Yogyakarta, Rabu (30/9/2026). Melalui kegiatan dalam rangka Bulan Keselamatan Transportasi ini, mahasiswa diajak menjadikan kepatuhan dan etika di jalan sebagai bagian dari rutinitas mereka.
Kasubag Pelayanan Jasa Raharja, Septian Gunawan, menyampaikan materi pencegahan kecelakaan dan budaya safety riding yang disesuaikan dengan pola mobilitas generasi muda. Pembahasan menekankan pentingnya menaati aturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI dan sabuk pengaman, serta menghargai sesama pengguna jalan.
“Perjalanan yang sudah biasa kita lakukan tetap membutuhkan perhatian. Kebiasaan memakai perlengkapan keselamatan dan menjaga perilaku di jalan perlu dibangun setiap kali berangkat,” ujar Septian.
Edukasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap risiko kecelakaan pada usia produktif. Selain kelengkapan berkendara, etika menjadi perhatian karena keputusan seorang pengendara dapat memengaruhi keselamatan orang lain.
“Keselamatan juga menyangkut cara kita berbagi jalan. Kami berharap mahasiswa dapat membawa kebiasaan tertib ini ke lingkungan pertemanan dan ikut mengingatkan satu sama lain,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Jasa Raharja memperkenalkan peran dan fungsinya dalam memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan angkutan umum dan lalu lintas jalan. Materi mencakup pengenalan Undang-Undang Nomor 33 dan 34 Tahun 1964 serta mekanisme pengurusan santunan secara digital melalui aplikasi My Jasfren.
Pengenalan layanan tersebut melengkapi materi pencegahan, sehingga mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai keselamatan berkendara sekaligus informasi pelayanan bagi korban kecelakaan.
Melalui sosialisasi di STIPRAM, Jasa Raharja berharap kesadaran tertib lalu lintas semakin kuat di lingkungan civitas akademika. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari upaya menumbuhkan budaya aman berkendara dalam keseharian generasi muda.