Bukan Sekadar Pendataan, Jasa Raharja Koordinasikan Kelengkapan Administrasi Ahli Waris di Bangli

Bukan Sekadar Pendataan, Jasa Raharja Koordinasikan Kelengkapan Administrasi Ahli Waris di Bangli

BANGLI — Di balik proses penanganan santunan korban kecelakaan lalu lintas, terdapat tahapan administrasi yang perlu dipastikan agar hak ahli waris dapat diproses sesuai ketentuan. Untuk mendukung kelancaran proses tersebut, PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Samsat Bangli melaksanakan survei ahli waris korban kecelakaan lalu lintas atas nama Sang Putu Agus Dharma Kusuma Sanjaya di Kelurahan Bebalang, Bangli, Jumat (9/10).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Samsat Bangli, Ni Made Dian Agustiani, S.Psi., ini dilakukan melalui kunjungan langsung kepada Sang Kompiang Muliawan selaku orang tua korban. Dalam kesempatan yang sama, petugas juga berkoordinasi dengan I Ketut Wardana selaku Kepala Lingkungan (Kaling) Bebalang untuk mendukung pemenuhan kelengkapan administrasi yang diperlukan.

Survei dan koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan informasi terkait ahli waris serta dokumen pendukung dapat dihimpun dan ditindaklanjuti sesuai prosedur. Pendekatan langsung kepada keluarga dan perangkat setempat juga membantu proses komunikasi berjalan lebih jelas, terutama dalam memenuhi persyaratan administrasi yang dibutuhkan.

Di tempat terpisah, Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Wilayah Bali, Abdillah, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa pendampingan kepada keluarga korban merupakan bagian dari komitmen Jasa Raharja dalam memberikan pelayanan yang responsif dan sesuai ketentuan.

“Setiap proses penanganan santunan perlu didukung data dan kelengkapan administrasi yang tepat. Karena itu, koordinasi dengan keluarga korban dan perangkat setempat menjadi langkah penting agar proses pelayanan dapat berjalan dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Abdillah.

Melalui kegiatan ini, PT Jasa Raharja (Persero) Wilayah Bali terus mengupayakan pelayanan yang dekat dengan masyarakat, termasuk membantu keluarga korban memahami proses administrasi yang diperlukan. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat mendukung proses penanganan santunan agar berjalan tertib, tepat, dan sesuai prosedur.

About The Author