Karhutla Ancam Kesehatan Satwa, Puluhan Orang Utan di Nyaru Menteng Terserang ISPA

Karhutla Ancam Kesehatan Satwa, Puluhan Orang Utan di Nyaru Menteng Terserang ISPA

Jakarta – Sebanyak 47 orang utan di pusat rehabilitasi Borneo Orangutan Survival (BOS) Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). CEO BOS Foundation, Jamartin Sihite, mengatakan kabut asap yang menyelimuti Palangka Raya dalam sepekan terakhir telah memasuki kawasan rehabilitasi, meskipun api belum mencapai area tersebut. Kondisi ini memicu gangguan pernapasan pada orang utan, dengan gejala berupa batuk, bersin, dan hidung berair. Dampak kabut asap karhutla tersebut menjadi ancaman serius bagi kesehatan satwa yang berada di pusat rehabilitasi.

Untuk menangani orang utan yang terserang ISPA, tim BOS Foundation memberikan perawatan berupa obat-obatan, jus bawang bombai, serta terapi nebulizer dan uap untuk membantu meringankan gangguan pernapasan. Jamartin menyebut sejumlah orang utan mengalami gejala yang lebih berat, termasuk kesulitan bernapas hingga pingsan, meskipun kondisi mereka masih dapat dikendalikan. Selain perawatan medis, BOS Foundation memasang sprinkler yang menghasilkan kabut air di sekitar kandang dan area bermain untuk membantu menurunkan suhu serta mengurangi polusi di sekitar satwa. Orang utan berusia lanjut dan yang memiliki riwayat gangguan pernapasan juga mendapat pemantauan khusus karena lebih rentan terhadap paparan asap karhutla.

Selain menangani puluhan orang utan yang terdampak ISPA di Nyaru Menteng, BOS Foundation turut melakukan upaya penyelamatan orang utan di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan. Jamartin mengatakan tim penyelamat telah mengevakuasi tiga orang utan sejak kebakaran terjadi. Ia juga mengimbau masyarakat agar segera menghubungi BOS Foundation atau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) apabila menemukan orang utan yang terancam kebakaran. Upaya tersebut dilakukan untuk melindungi satwa liar dari dampak karhutla, sekaligus memastikan orang utan yang mengalami gangguan kesehatan mendapatkan penanganan secepatnya. Dikutip dari rri.co.id

About The Author