Jakarta, 25 November 2025 – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengajak anak Indonesia untuk meningkatkan literasi dan ketahanan digital. Langkah ini penting guna melindungi anak dari risiko dunia daring seperti kecanduan gawai, judi online, serta konten kekerasan.
“Saat ini anak-anak sangat akrab dan mahir menggunakan internet, gawai, hingga kecerdasan buatan. Semua fasilitas ini dapat membantu anak memperoleh informasi, belajar, dan berkomunikasi secara menyenangkan,” ujar Arifah Fauzi.
Namun, Arifah menekankan bahwa tidak semua anak dapat memanfaatkan teknologi secara maksimal. Oleh karena itu, Kementerian PPPA terus mendorong penggunaan media sosial yang bijak agar ruang digital menjadi lingkungan yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak.
Kemkomdigi juga memberikan panduan penting bagi anak untuk menghindari konten negatif, di antaranya:
- Menghindari konten provokatif dan tidak bergabung dengan komunitas mencurigakan.
- Memblokir konten menyesatkan dan melaporkannya melalui fitur pengaduan di aplikasi digital.
Ketua Tim Pengawasan Kepatuhan Moderasi Konten Platform Digital Kemkomdigi, Rajmatha Devi, menambahkan bahwa anak-anak perlu memahami bahwa konten radikal sering dibungkus narasi yang menarik, sehingga kewaspadaan menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan digital.
Peningkatan literasi dan ketahanan digital ini menjadi fondasi penting agar anak Indonesia dapat memanfaatkan teknologi secara produktif dan aman.
Dikutip dari RRI.co.id