Harga emas dunia hari ini bergerak melemah setelah menyentuh level tertinggi hampir dua minggu pada sesi sebelumnya. Berdasarkan data CNBC, harga emas spot turun 0,2% menjadi USD 4.156,89 per ons, sementara emas berjangka AS melemah 0,3% ke USD 4.153,6 per ons. Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa The Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada Desember 2025.
Analis Julius Baer, Carsten Menke, menyebutkan bahwa fase konsolidasi harga emas diperkirakan masih berlanjut setelah penurunan pada Oktober. Meskipun turun sekitar 5% dari rekor tertingginya di USD 4.381,21, harga emas tetap bertahan di atas level psikologis USD 4.000 karena pasar didukung oleh perlambatan ekonomi AS, pelemahan dolar, dan pembelian emas oleh bank sentral.
Ekspektasi pemotongan suku bunga semakin kuat setelah komentar dovish dari pejabat Federal Reserve seperti Mary Daly dan Christopher Waller. Probabilitas pemangkasan suku bunga kini mencapai 85%, naik signifikan dari 30% pada pekan sebelumnya. Harga logam mulia lain seperti perak, platinum, dan paladium juga bergerak positif. Dengan kondisi ekonomi global saat ini, emas tetap menjadi aset safe haven utama di tengah ketidakpastian pasar.
Dikutip dari liputan6.com