Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada 2026 berada di kisaran 4,9–5,7 persen dengan inflasi yang tetap stabil. Proyeksi ini disampaikan oleh Plh Kepala Perwakilan BI Jateng, Nita Rachmenia, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Semarang. Ia menegaskan bahwa perekonomian Jateng tetap tumbuh solid meskipun ketidakpastian global masih berlangsung.
Pada triwulan III 2025, ekonomi Jateng tumbuh 5,37 persen (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan nasional 5,04 persen. Kekuatan ekonomi ini ditopang oleh sinergi antara Pemprov Jateng, BI, dunia usaha, dan masyarakat. Realisasi investasi hingga September 2025 mencapai Rp66,13 triliun, menegaskan bahwa iklim usaha Jateng semakin kompetitif.
Transformasi industri melalui platform KERIS Jateng diproyeksikan terus berlanjut, mendorong pertumbuhan sektor industri pengolahan, tekstil, alas kaki, furnitur, makanan-minuman, pariwisata, hingga energi terbarukan. Di sisi lain, inflasi tetap terkendali pada rentang sasaran 2,5 ± 1 persen berkat penguatan kolaborasi TPID dan BI.
Ekosistem ekonomi digital Jateng juga terus berkembang dengan lebih dari 8,09 juta pengguna QRIS dan hampir 1 miliar transaksi nontunai hingga Oktober 2025. Dalam PTBI 2025, Jateng bahkan meraih penghargaan sebagai TPID Provinsi Berkinerja Terbaik 2025 untuk wilayah Jawa-Bali, menegaskan komitmennya pada stabilitas ekonomi dan digitalisasi.
Dikutip dari antaranews.com