Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Proyek ini mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas nasional.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut sinergi antara Kementerian PU dan Badan Gizi Nasional (BGN), yang tertuang dalam Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama pada Agustus 2025. Program MBG tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan nasional untuk menurunkan kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menteri PU Dody Hanggodo menyebut pembangunan SPPG mencakup dapur utama dan fasilitas pendukung, seperti akses jalan, jaringan air bersih, sanitasi, serta kendaraan distribusi makanan, agar layanan gizi berjalan lancar dan terjangkau bagi anak-anak sekolah.
Pembangunan SPPG di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat merupakan bagian dari Paket Pembangunan Gedung SPPG 1 TA 2025, yang akan dilaksanakan oleh PT Hutama Karya. Lokasi proyek harus memenuhi kriteria kesiapan administratif, teknis, dan operasional, termasuk dokumen Persetujuan Bangunan Gedung lengkap, status lahan resmi, dan bebas dari kawasan rawan bencana.
Desain SPPG merujuk pada Keputusan Menteri PU Nomor 628/KPTS/M/2025, dengan material dinding aman terhadap bakteri, plafon tahan api, lantai epoxy, serta sistem air bersih dan pengolahan limbah sesuai standar nasional.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pendanaan SPPG tetap mengikuti mekanisme reguler, termasuk saat terjadi bencana. Bantuan dalam kondisi darurat menyasar seluruh masyarakat terdampak, tidak hanya anak-anak.
Pembangunan SPPG diharapkan mendukung program MBG secara maksimal, memastikan anak-anak mendapatkan gizi seimbang setiap hari dan mendukung strategi pembangunan nasional melalui layanan gizi yang berkualitas. Dikutip dari RRI.co.id