Badan Geologi Kementerian ESDM mengeluarkan peringatan longsor susulan di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, menyusul hasil evaluasi lapangan pascabencana longsor pada Jumat, 5 Desember 2025. Data menunjukkan struktur tanah di sejumlah titik masih labil dengan rekahan aktif dan indikasi pergerakan tipe rotasional, sehingga berisiko memicu longsoran baru terutama saat hujan deras.
Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyatakan bahwa material tanah di lereng masih jenuh dan belum stabil sepenuhnya, sehingga risiko longsor susulan tetap tinggi, khususnya di area bawah lereng curam. Masyarakat yang tinggal di zona rawan diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi arahan pemerintah serta petugas di lapangan.
Badan Geologi merekomendasikan monitoring harian terhadap rekahan tanah, retakan bangunan, dan perubahan permukaan, terutama sebelum dan sesudah hujan. Pemerintah Kabupaten Bandung bekerja sama dengan Badan Geologi dan BPBD melakukan mitigasi dengan memasang rambu peringatan, melakukan asesmen pemukiman terdampak, serta mempertimbangkan relokasi bagi warga di titik risiko tinggi.
Warga diimbau segera mengungsi sementara jika muncul tanda-tanda longsor, seperti suara gemuruh, retakan tanah melebar, atau pohon mulai miring. Mitigasi dini menjadi kunci utama untuk mencegah jatuhnya korban jiwa, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi beberapa hari ke depan.
Sumber RRI.co.id