Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Selasa, tercatat menguat 1 poin atau 0,01 persen ke posisi Rp16.694 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.695 per dolar AS. Penguatan tipis ini mencerminkan stabilnya sentimen pasar terhadap perekonomian Indonesia di tengah dinamika global.
Analis menilai bahwa pergerakan rupiah yang relatif terbatas disebabkan oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik, termasuk kebijakan moneter The Fed, harga komoditas, serta aliran modal asing. Meski penguatan yang terjadi terbilang tipis, perkembangan ini menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah masih berada pada jalur stabil. Pelaku pasar tetap menantikan data ekonomi lanjutan untuk menentukan arah pergerakan berikutnya.
Dikutip dari antaranews.com