Desa Simpang Tiga Rampah, Citahuis, Tapanuli Tengah, terdampak parah akibat banjir bandang dan longsor pada 24 November 2025. Bencana ini merusak berbagai aset desa, termasuk pipanisasi dan penampung air bersih, sehingga warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
PJ Kepala Desa, Alfredo Banjarnahor, menjelaskan bahwa kerusakan aset desa sangat berpengaruh pada kehidupan masyarakat. Kekurangan air bersih memicu munculnya berbagai penyakit seperti demam, gatal-gatal, dan batuk di kalangan warga, termasuk ibu hamil dan anak-anak.
Tokoh adat, Badita Hutagalung, menegaskan bahwa warga desa banyak yang terkena penyakit akibat kondisi air yang tercemar lumpur. Sementara itu, TNI telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga yang mengungsi untuk memastikan tidak ada kasus darurat.
Alfredo berharap pemerintah pusat dan daerah dapat berkolaborasi untuk segera memulihkan infrastruktur air bersih dan mendirikan posko kesehatan. Pemulihan ini menjadi prioritas untuk mencegah meluasnya penyakit dan memulihkan kehidupan warga pasca-bencana.
Dikutip dari RRI.co.id