Bank Indonesia (BI) menilai dampak penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp200 triliun pada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) terhadap suku bunga kredit masih terbatas. Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Solikin M. Juhro, menjelaskan injeksi dana tersebut memberikan ruang bagi Himbara untuk lebih fleksibel mengelola pendanaan, sehingga berpotensi menekan suku bunga dana.
Namun, bank-bank di luar Himbara menghadapi kondisi berbeda, sehingga penurunan suku bunga kredit tidak terjadi merata. Perbankan bekerja berdasarkan Rencana Bisnis Bank (RBB) dan pipeline penyaluran kredit, sehingga penguatan likuiditas lebih mungkin mendukung kredit baru yang melampaui pipeline, bukan hanya menopang penyaluran yang sudah ada.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan penempatan dana pemerintah telah terlihat berdampak pada penurunan signifikan bunga deposito, dengan harapan suntikan likuiditas itu segera menurunkan suku bunga kredit secara lebih signifikan di masa depan.
Dikutip dari antaranews.com