Harga minyak dunia sedikit bergerak pada Selasa, seiring potensi penjualan minyak mentah Venezuela yang disita AS diimbangi kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik Ukraina-Rusia.
Dikutip dari CNBC, harga minyak Brent naik 31 sen menjadi USD 62,38 per barel, sedangkan WTI naik 37 sen ke USD 58,38 per barel. Sebelumnya, harga minyak mencatat kenaikan lebih dari 2% pada Senin, dengan Brent mencatat kenaikan harian terbesar dua bulan terakhir.
Analis IG, Axel Rudolph, menilai potensi kenaikan harga terbatas karena kelebihan pasokan global dan penyimpanan terapung berada di level tertinggi sejak 2020, terutama di pekan liburan dengan volume perdagangan tipis.
Sementara itu, serangan Rusia ke pelabuhan Odesa dan dermaga di Laut Hitam, serta serangan drone Ukraina terhadap kapal dan fasilitas Rusia, menambah kekhawatiran gangguan pasokan.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menegaskan minyak Venezuela yang disita tidak akan dikembalikan dan bisa dijual, disimpan, atau dimasukkan ke cadangan strategis AS. Langkah ini merupakan eskalasi kebijakan keras terhadap pemerintah Venezuela dan berdampak pada dinamika pasar energi global.
Dikutip dari liputan6.com