Harga minyak dunia turun pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta), dengan Brent turun 0,4% menjadi USD 62,15/barel dan WTI turun 0,2% menjadi USD 58,29/barel. Penurunan ini terjadi di tengah pertumbuhan ekonomi AS yang kuat dan risiko gangguan pasokan minyak dari Venezuela dan Rusia.
Faktor yang Memengaruhi Harga:
- Pertumbuhan AS: PDB AS kuartal ketiga tumbuh tercepat dalam dua tahun, mendorong pengeluaran konsumen dan ekspor.
- Gangguan Pasokan: Blokade kapal tanker Venezuela dan serangan Rusia-Ukraina terhadap infrastruktur energi meningkatkan ketidakpastian pasokan.
- Persediaan Minyak AS: Stok minyak mentah naik 2,39 juta barel, stok bensin naik 1,09 juta barel, persediaan distilat naik 685.000 barel.
Tren Harga:
- Brent & WTI telah naik sekitar 6% sejak 16 Desember setelah mencapai level terendah hampir lima tahun.
- Meskipun naik jangka pendek, Brent dan WTI diperkirakan turun 16%-18% sepanjang 2025, penurunan terbesar sejak pandemi 2020.
Proyeksi 2026:
Pasokan minyak global diperkirakan cukup pada paruh pertama 2026, namun gangguan berkelanjutan, termasuk blokade dan serangan infrastruktur, dapat memperketat pasar dan memicu volatilitas harga.
Dikutip dari liputan6.com