Direktur Utama Garuda Indonesia memberikan klarifikasi resmi terkait video viral mengenai insiden turbulensi pada penerbangan rute Jakarta menuju Sydney. Ia menegaskan bahwa kabar yang menyebutkan adanya awak kabin mengalami patah tulang adalah informasi yang tidak benar. Meskipun pesawat sempat mengalami guncangan hebat sebelum mendarat, dua orang kru yang bertugas hanya mengalami luka ringan dan segera mendapatkan penanganan medis setibanya di Sydney.
Pihak manajemen menjelaskan bahwa salah satu kru yang terluka sudah diperbolehkan pulang, sementara satu lainnya masih dalam pemantauan medis lanjutan. Insiden ini sebelumnya sempat ramai dibicarakan setelah penumpang mengunggah situasi kabin yang tidak kondusif di media sosial sekitar tiga puluh menit sebelum pendaratan. Namun, perusahaan memastikan bahwa pilot telah menjalankan prosedur keselamatan dengan benar sehingga pesawat tetap mampu mendarat dengan aman di bandara tujuan.
Sehubungan dengan kejadian tersebut, maskapai mengimbau seluruh penumpang untuk selalu mematuhi instruksi keselamatan, terutama penggunaan sabuk pengaman selama duduk di kursi. Hal ini sangat penting untuk mengantisipasi guncangan mendadak akibat kondisi cuaca yang sering kali tidak terduga. Garuda Indonesia berkomitmen untuk tetap mengedepankan standar operasional keselamatan demi melindungi seluruh penumpang dan awak kabin dalam setiap penerbangan. Dikutip dari Okezone.com