Fokus Pendidikan, Sekolah Terdampak Bencana Jadi Prioritas Revitalisasi Awal 2026

Fokus Pendidikan, Sekolah Terdampak Bencana Jadi Prioritas Revitalisasi Awal 2026

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam akan menjadi prioritas utama dalam program revitalisasi tahun 2026. Fokus penanganan ini akan diarahkan pada wilayah terdampak di Aceh, sejumlah provinsi di Sumatra, serta Lumajang di Jawa Timur. Ia menjelaskan bahwa skema perbaikan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan, mulai dari rehabilitasi sebagian bangunan, penambahan ruang kelas, hingga pembangunan unit sekolah baru serta relokasi bagi bangunan yang hancur total.

Pemerintah saat ini telah menghimpun data kerusakan secara nasional dan menyusun pemetaan anggaran untuk tahun 2026 demi memastikan langkah intervensi berjalan tepat sasaran. Data sementara menunjukkan sebanyak 54 sekolah belum dapat difungsikan kembali karena mengalami kerusakan berat hingga total. Meskipun infrastruktur sedang dipersiapkan untuk jangka panjang, proses pemulihan pendidikan tetap diupayakan berjalan secepat mungkin melalui koordinasi lintas instansi.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Aceh telah menginstruksikan agar kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak tetap dilaksanakan mulai 5 Januari 2026. Bagi sekolah yang peralatan atau fasilitasnya rusak, pembelajaran dapat dilakukan melalui metode diskusi dan berbagi pengalaman agar anak-anak tetap bisa beraktivitas di lingkungan sekolah. Langkah ini diambil sebagai bagian dari pemulihan psikososial siswa sembari menunggu proses revitalisasi fisik bangunan dilaksanakan oleh pemerintah pusat. Dikutip dari RRI.co.id

About The Author