BNPT Temukan 112 Anak Terpapar Radikalisme Lewat Game Online

BNPT Temukan 112 Anak Terpapar Radikalisme Lewat Game Online

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencatat sebanyak 112 anak di 26 provinsi telah terpapar radikalisme melalui ruang digital, seperti game online dan media sosial, sepanjang tahun 2025. Kepala BNPT Eddy Hartono mengungkapkan bahwa anak-anak ini mengalami proses radikalisasi mandiri tanpa pertemuan fisik, yang sering kali menyasar mereka dengan kerentanan psikologis akibat perundungan atau kondisi keluarga yang tidak utuh.

Fenomena ini menunjukkan tren penurunan usia pelaku yang sangat drastis, dengan rata-rata usia terpapar kini berada di angka 13 tahun, bahkan ada yang baru berusia 10 tahun. Jaringan terorisme global seperti ISIS memanfaatkan konten gim, video, dan meme untuk menyebarkan narasi heroisme palsu guna merekrut pengikut muda. Hal ini menjadi perhatian serius negara karena metode rekrutmen digital jauh lebih efektif dan sulit dideteksi dibandingkan cara konvensional.

Guna menanggulangi ancaman tersebut, BNPT memperkuat berbagai program pencegahan seperti Sekolah Damai dan Kampus Kebangsaan, serta membentuk Satgas Kontraradikalisasi lintas instansi. Orang tua juga diimbau untuk meningkatkan literasi digital dan pengawasan terhadap aktivitas anak di dunia maya. Langkah-langkah ini diambil sebagai bagian dari sistem deteksi dini demi melindungi generasi muda dan memastikan keamanan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Dikutip dari Antaranews.com

About The Author