Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa penanganan bencana di Tapanuli Selatan mengalami kemajuan signifikan dengan terbukanya kembali seluruh akses desa yang sebelumnya sempat terisolasi. Dalam kunjungannya ke lokasi pengungsian di Desa Batu Hula, Presiden mengungkapkan rasa syukurnya karena akses transportasi dan distribusi logistik kini sudah berjalan normal. Salah satu faktor utama keberhasilan ini adalah percepatan pembangunan Jembatan Bailey Sungai Garoga yang berhasil diselesaikan hanya dalam waktu sepuluh hari, jauh lebih cepat dari target awal satu bulan.
Selain di Tapanuli Selatan, kemajuan penanganan bencana juga dilaporkan merata di wilayah Sumatra Utara lainnya seperti Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara. Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan rakyat yang sedang kesulitan dan telah menginstruksikan para menteri untuk terus memantau setiap perkembangan di lapangan secara bergantian. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran TNI, Polri, BNPB, dan para relawan yang telah bekerja keras tanpa henti dalam melakukan pemulihan infrastruktur serta pelayanan medis bagi masyarakat terdampak.
Sementara itu, proses pemulihan sosial juga terus berjalan melalui pemberian dana tunggu hunian dari BNPB sebesar enam ratus ribu rupiah per bulan bagi ribuan kepala keluarga terdampak. Bantuan tunai ini bertujuan agar warga dapat menyewa rumah yang lebih layak dan tidak perlu berlama-lama di posko pengungsian. Pemerintah menargetkan pembangunan hunian sementara dapat rampung sebelum pertengahan Maret 2026, sehingga warga diharapkan sudah bisa menempati hunian yang lebih aman dan nyaman sebelum memasuki masa lebaran. Dikutip dari RRI.co.id