Mengenal Arti di Balik Nama-Nama Bulan pada Kalender Masehi yang Kita Gunakan

Mengenal Arti di Balik Nama-Nama Bulan pada Kalender Masehi yang Kita Gunakan

Sistem kalender Masehi yang digunakan secara global saat ini merupakan warisan dari peradaban Romawi dan Yunani kuno. Nama-nama bulan yang kita kenal tidak muncul secara kebetulan, melainkan berakar pada nama dewa-dewi mitologi, tokoh kaisar yang berpengaruh, serta urutan angka dalam bahasa Latin. Meskipun kini telah mengikuti kalender Gregorian, identitas sejarah pada setiap bulannya tetap dipertahankan sejak ribuan tahun lalu.

Berikut adalah asal-usul penamaan bulan tersebut:

  1. Januari: Berasal dari Dewa Janus, dewa dua wajah yang menjaga pintu dan permulaan, melambangkan transisi masa lalu dan masa depan.
  2. Februari: Diambil dari kata Februa yang berarti pembersihan, berkaitan dengan ritual penyucian dosa bangsa Romawi kuno.
  3. Maret: Merujuk pada Dewa Mars, dewa perang, karena bulan ini menjadi awal dimulainya aktivitas militer setelah musim dingin.
  4. April: Berasal dari kata aperire yang berarti membuka, melambangkan kuncup bunga yang bermekaran pada awal musim semi.
  5. Mei: Dinamai menurut Dewi Maia yang merupakan simbol kesuburan dan pertumbuhan tanaman.
  6. Juni: Diambil dari nama Dewi Juno, pelindung perempuan dan pernikahan dalam masyarakat Romawi.
  7. Juli: Bentuk penghormatan untuk Julius Caesar yang melakukan reformasi kalender yang besar.
  8. Agustus: Nama yang diambil dari Kaisar Augustus Caesar untuk melambangkan keagungan dan kemuliaan.
  9. September: Berasal dari kata septem yang berarti tujuh, sesuai dengan urutan awalnya pada kalender Romawi lama.
  10. Oktober: Diambil dari kata octo yang berarti delapan dalam bahasa Latin.
  11. November: Berasal dari kata novem yang berarti sembilan.
  12. Desember: Diambil dari kata decem yang berarti sepuluh.

Meskipun posisi bulan September hingga Desember bergeser menjadi bulan kesembilan hingga kedua belas setelah adanya pembaruan sistem penanggalan, nama-nama yang merujuk pada angka tersebut tetap digunakan hingga sekarang sebagai warisan tradisi. Dikutip dari RRI.co.id

About The Author