Medan – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, meresmikan 48 sekolah penerima bantuan revitalisasi di Kota Medan, Minggu (4/1/2026). Program ini menjadi bagian dari agenda nasional peningkatan mutu pendidikan dan pembangunan SDM unggul, mencakup jenjang PAUD hingga SMK dan Sekolah Luar Biasa, dengan total anggaran mencapai Rp47,4 miliar dan progres rata-rata 94 persen.
Abdul Mu’ti menekankan bahwa revitalisasi tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman, layak, dan relevan dengan perkembangan zaman. Secara nasional, pemerintah mengalokasikan Rp16,9 triliun untuk 16.171 satuan pendidikan, dengan lebih dari 85 persen pekerjaan telah selesai hingga akhir 2025.
Di Sumatra Utara, revitalisasi mencakup 897 satuan pendidikan dengan anggaran Rp852,49 miliar, terdiri dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, Sekolah Luar Biasa, dan PKBM. Pemerintah juga memperkuat digitalisasi pembelajaran melalui distribusi 17.073 Interactive Flat Panel (IFP), termasuk 2.047 unit di Medan.
Gubernur Sumatra Utara, Bobby Afif Nasution, menegaskan pendidikan menjadi salah satu lima program prioritas daerah, termasuk menjaga keberlangsungan belajar di wilayah terdampak bencana. Program revitalisasi ini akan terus diperluas, dengan target 71.000 satuan pendidikan pada 2026 sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Dikutip dari RRI.co.id