Presiden RI Prabowo Subianto menekankan bahwa persatuan bangsa tidak bertentangan dengan prinsip demokrasi, selama tetap ada ruang untuk kritik dan koreksi yang membangun. Dalam sambutannya pada Perayaan Puncak Natal 2025 di Jakarta, Prabowo menyatakan demokrasi akan sehat ketika kritik disampaikan jujur, bukan melalui fitnah yang dapat memecah belah bangsa.
Kepala Negara mengingatkan bahwa semua agama melarang berbohong dan menyebarkan fitnah, karena kebohongan dapat menimbulkan kecurigaan, perpecahan, dan kebencian. Prabowo menegaskan bahwa keberanian bawahan atau masyarakat untuk mengoreksi bukan bentuk pembangkangan, melainkan upaya menjaga wibawa dan tanggung jawab pimpinan.
Ia juga menekankan pentingnya membedakan antara kritik yang membangun dengan fitnah yang merusak persatuan, serta bersyukur ketika mendapat koreksi karena dapat membantu menjalankan tugas dengan lebih baik.
Sumber antaranews.com