Jakarta – Badan Pangan Nasional memastikan ketersediaan beras nasional di awal tahun 2026 dalam kondisi aman dengan harga yang terkendali. Hingga 12 Januari 2026, stok yang dikelola Perum Bulog tercatat sebesar 3,36 juta ton, yang sebagian besar merupakan cadangan beras pemerintah. Posisi stok yang sangat kuat ini memungkinkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa perlu melakukan impor beras.
Keberhasilan ini didorong oleh pencapaian swasembada beras pada tahun 2025 dengan total produksi mencapai 34,71 juta ton. Terdapat surplus sekitar 3,52 juta ton jika dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi nasional yang berada di angka 31,19 juta ton per tahun. Pemerintah juga terus mempercepat penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng yang telah menjangkau lebih dari 17 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Meskipun pasokan dalam kondisi kuat, pemerintah tetap memantau pergerakan harga harian untuk mengantisipasi fluktuasi di tingkat konsumen. Berdasarkan data terbaru, harga beras premium, medium, hingga SPHP menunjukkan tren penurunan secara nasional dibandingkan hari sebelumnya. Bapanas bersama pemerintah daerah juga telah menyiapkan cadangan daerah sebagai pengaman tambahan untuk menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi pangan sepanjang tahun 2026. Dikutip dari Antaranews.com