Jakarta – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi bekerja sama dengan Politeknik Energi dan Mineral Akamigas dalam upaya menyiapkan generasi muda yang kompeten untuk mendukung swasembada energi nasional. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan pendidikan vokasi agar para calon praktisi mampu berkontribusi langsung dalam pengelolaan sumber daya energi sejak dini. Melalui fasilitas praktik yang memadai dan kurikulum yang kuat, para mahasiswa dipersiapkan untuk menghadapi tantangan di sektor hilir migas mulai dari aspek pengolahan hingga logistik.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas yang juga merupakan alumni institusi tersebut menekankan bahwa kualitas pendidikan teknis di PEM Akamigas menjadi fondasi penting bagi kaderisasi pemimpin di sektor energi. Saat ini lembaga pendidikan tersebut memiliki lima program studi sarjana terapan yang mencakup berbagai aspek teknis industri migas dengan tingkat penyerapan lulusan mencapai lebih dari sembilan puluh persen. Kehadiran para praktisi berpengalaman di kampus diharapkan dapat memberikan inspirasi serta menyelaraskan materi pembelajaran dengan kebutuhan nyata industri saat ini.
Selain mencetak tenaga ahli, kolaborasi ini bertujuan agar mahasiswa dapat menjadi motor penggerak dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung program pemerintah terkait efisiensi subsidi bahan bakar. Sistem pembelajaran yang mengombinasikan teori kelas dengan praktik laboratorium dan magang industri dipandang sebagai kunci keberhasilan dalam menghasilkan sumber daya manusia yang profesional. Dengan latar belakang mahasiswa yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia, diharapkan tata kelola migas nasional di masa depan akan semakin kuat dan mandiri. Dikutip dari Antaranews.com