Jakarta – Volume transaksi kripto di Indodax pada pasar rupiah mencapai 201,2 triliun rupiah sepanjang tahun 2025. Angka tersebut mengalami kenaikan signifikan sebesar 51,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 132,6 triliun rupiah. Pertumbuhan ini menunjukkan minat investor domestik yang tetap konsisten dalam menjadikan aset kripto sebagai instrumen investasi alternatif di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
Aset kripto USDT, Bitcoin, dan Ethereum menjadi kontributor utama perdagangan selama tahun 2025. USDT menyumbang 22 persen dari total volume, diikuti Bitcoin sebesar 13 persen dan Ethereum sebesar 7 persen. Dominasi ketiga aset ini mencerminkan preferensi investor pada aset dengan likuiditas tinggi. Dengan capaian ini, Indodax mengukuhkan posisinya sebagai bursa kripto terbesar di tanah air dengan pangsa pasar di atas 40 persen.
Kepercayaan investor juga diperkuat oleh kerangka regulasi yang semakin jelas dari Otoritas Jasa Keuangan melalui penerbitan aturan mengenai tata kelola dan manajemen risiko. Selain itu, adanya daftar putih bagi pedagang aset digital yang berizin, termasuk Indodax, memberikan kepastian hukum dan perlindungan konsumen. Sinergi antara regulasi yang ketat dan inovasi industri menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekosistem aset kripto yang berkelanjutan di Indonesia. Dikutip dari Antaranews.com