Jasa Raharja Cabang Pati dan FKLL Kabupaten Blora Tekan Fatalitas Kecelakaan di Tahun 2026

Jasa Raharja Cabang Pati dan FKLL Kabupaten Blora Tekan Fatalitas Kecelakaan di Tahun 2026

BLORA – Menanggapi dinamika lalu lintas dan tantangan cuaca ekstrem, PT Jasa Raharja Cabang Pati melalui Kantor Pelayanan Jasa Raharja (KPJR) Blora menggelar diskusi Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) pada Kamis, 15 Januari 2026. Pertemuan yang berlangsung di Satlantas Polres Blora ini fokus pada strategi penurunan angka fatalitas kecelakaan di wilayah Kabupaten Blora. Diskusi ini dihadiri oleh Kasatlantas Polres Blora, perwakilan Dinas Perhubungan (Dishub) Blora, Dinas PUPR Kabupaten Blora, serta Penanggung Jawab KPJR Tk. II Blora.

Dalam forum tersebut, Kasat Lantas Polres Blora menyoroti beberapa isu krusial yang menjadi perhatian publik, di antaranya, Aktivitas kendaraan berat yang meningkat volumenya di Kecamatan Randublatung yang sebenarnya bukan jalur peruntukannya. Jalur alternatif nasional Kabupaten Blora kini menjadi jalur alternatif utama kendaraan berat rute Surabaya–Jakarta saat akses Pantura Kudus-Pati lumpuh akibat banjir. Infrastruktur terdampak curah hujan tinggi yang disertai beban kendaraan berat menyebabkan munculnya banyak lubang jalan yang membahayakan pengguna jalan. Penataan pusat kota perlunya kantong parkir di pusat wisata, kuliner, dan ziarah di Kabupaten Blora guna menghindari kasus kecelakaan berulang.

Kepala PT Jasa Raharja Cabang Pati, Krisnoadi Kusumo Nugroho, dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa Jasa Raharja akan senantiasa berpartisipasi aktif dalam langkah preventif maupun penanganan pasca-kecelakaan.

Komitmen ini selaras dengan peran Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat melalui UU No. 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang. UU No. 34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, FKLL Blora menyepakati sejumlah langkah taktis, antara lain, Perbaikan cepat koordinasi dengan Dinas PUPR untuk penanganan segera pada jalan kabupaten yang rusak akibat hujan. Fasilitas keselamatan pemasangan rambu peringatan dan imbauan keselamatan di titik-titik rawan. Edukasi sekolah melakukan sosialisasi keselamatan berkendara yang menyasar siswa maupun pengajar di lingkungan sekolah.

Melalui penguatan kolaborasi antar stakeholder ini, diharapkan angka kecelakaan dan tingkat fatalitas korban di wilayah Kabupaten Blora dapat menurun signifikan, meskipun tantangan cuaca dan beban jalan sedang meningkat.

About The Author