Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan kinerja pariwisata Indonesia sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan di sejumlah indikator utama. Kunjungan wisatawan mancanegara hingga November mencapai 13,98 juta, tumbuh 10,44 persen, dengan proyeksi akhir tahun menembus 15,3 juta, melampaui target Rencana Kerja Pemerintah.
Devisa pariwisata hingga triwulan ketiga tercatat 13,82 miliar dolar AS, meningkat 9,42 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan jumlah kunjungan dan rata-rata belanja wisatawan. Di dalam negeri, perjalanan wisatawan Nusantara mencapai 1,09 miliar perjalanan, naik 18,95 persen, menjadi pilar utama pemulihan sektor pariwisata nasional.
Sektor ini juga menyerap 25,91 juta tenaga kerja sepanjang 2025, dengan tambahan sekitar 910 ribu pekerja baru. Arus investasi tercatat Rp53,92 triliun, meningkat 52,66 persen, menandakan kepercayaan investor terhadap prospek pariwisata nasional.
Meski demikian, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menekankan bahwa pemulihan belum merata antarwilayah. Ia mencatat kunjungan 2019 mencapai 16 juta, sehingga target 14–15 juta masih di bawah angka pra-pandemi, dan mayoritas wisatawan terkonsentrasi di Bali, Batam, dan Jakarta. Evita menekankan pentingnya perbaikan pengelolaan destinasi, pemetaan tata ruang, dan pemerataan manfaat pariwisata agar pertumbuhan lebih inklusif dan berkelanjutan.
dikutip dari RRI.co.id