Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan kesiapannya untuk mengambil peran strategis sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional seiring pesatnya perkembangan Ibu Kota Nusantara. Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyatakan bahwa posisi daerahnya kini telah bertransformasi dari sekadar penopang pembangunan fisik menjadi pemain kunci dalam konektivitas logistik, penguatan industri, serta pengembangan kawasan ekonomi baru yang berkelanjutan. Kaltim memposisikan diri sebagai superhub ekonomi Nusantara yang terintegrasi guna memastikan pembangunan ibu kota baru memberikan efek berganda yang nyata bagi daerah mitra.
Arah kebijakan daerah mitra difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri, pemerataan pertumbuhan ke seluruh kabupaten dan kota, serta penyiapan tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di pasar internasional. Dalam peta kebijakan tersebut, wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara diarahkan pada penguatan sektor industri dan pertanian. Sementara itu, kota Samarinda dan Balikpapan difokuskan sebagai pusat logistik, jasa, serta perdagangan global guna mendukung ekosistem ekonomi IKN yang lebih luas.
Pemerintah Provinsi Kaltim juga mendorong adanya sinkronisasi kebijakan yang lebih erat antara pemerintah pusat melalui Otorita IKN dengan pemerintah daerah agar pembangunan tetap berbasis kearifan lokal. Langkah ini dinilai krusial agar regulasi mengenai daerah mitra dapat menghasilkan pembangunan yang inklusif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Melalui sinergi yang tepat, Kalimantan Timur optimis dapat menjadi lokomotif ekonomi yang tidak hanya mendukung IKN, tetapi juga mempercepat pertumbuhan kesejahteraan di wilayah Indonesia Timur. Dikutip dari Antaranews.com