Jember – Dalam upaya menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan kesiapsiagaan kru angkutan umum, Jasa Raharja Cabang Jember menyelenggarakan pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) di garasi Perusahaan Otobus (PO) Indra Jaya Bersama (Inds 88).
Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi strategis dengan tenaga medis dari RS Kaliwates dan Unit Kamsel Satlantas Polres Jember. Fokus utama pelatihan ini adalah membekali para pengemudi dan kru armada dengan keterampilan medis dasar guna menghadapi situasi darurat di jalan raya.
Petugas Jasa Raharja Jember, Wahyu, menyampaikan bahwa pengemudi adalah garda terdepan saat terjadi insiden di perjalanan. Kecepatan dan ketepatan tindakan dalam menit-menit awal (Golden Hour) sangat menentukan keselamatan nyawa korban. “Kami ingin mengedukasi masyarakat, khususnya para pengemudi bus, agar tidak panik saat melihat kecelakaan. Dengan pemahaman dasar yang benar, mereka bisa memberikan bantuan awal yang tepat sebelum tenaga medis profesional tiba di lokasi,” ujar Wahyu.
Senada dengan hal tersebut, Kanit Kamsel Satlantas Polres Jember, Ipda Firman, menegaskan bahwa kemampuan penanganan darurat harus dimiliki oleh setiap pengguna jalan, terutama operator angkutan umum.
“Pelatihan ini sangat penting untuk memperluas jangkauan penyelamatan nyawa. Dengan pembekalan ini, siapapun bisa melakukan tindakan pertolongan pertama secara tepat dan terukur, sehingga meminimalisir risiko kesalahan penanganan di lapangan,” tegas Ipda Firman.
Melalui pelatihan ini, diharapkan kru bus PO Indra Jaya Bersama tidak hanya terampil dalam mengemudi, tetapi juga mampu bertindak cepat dan tepat saat terjadi kondisi darurat, sehingga mereka tidak lagi hanya menjadi penonton, melainkan penolong yang kompeten. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan Jasa Raharja dalam mendukung keselamatan lalu lintas dan memperkuat peran aktif masyarakat dalam menciptakan ekosistem transportasi yang aman dan tanggap darurat di wilayah Jember.