Jakarta – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mendorong optimalisasi distribusi program Makan Bergizi Gratis agar lebih menyasar kelompok prioritas seperti ibu hamil, balita, dan anak yang membutuhkan perlindungan khusus. Menteri PPPA Arifah Fauzi menekankan bahwa program ini harus berkelanjutan hingga ke lingkungan rumah melalui penguatan peran ibu dalam memahami gizi dan ketahanan pangan keluarga. Selain fokus pada nutrisi, kementerian juga memastikan agar tata kelola layanan MBG menjadi ruang kerja yang aman bagi pekerja perempuan dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menambahkan bahwa pemerintah sedang melakukan sinkronisasi data lintas kementerian guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan akuntabel. Data dari BKKBN dan Kementerian Kesehatan akan diselaraskan untuk memantau perkembangan anak secara terukur sebelum dan sesudah menerima bantuan gizi. Sinkronisasi ini diharapkan dapat menghilangkan tumpang tindih data sehingga program mampu memberikan dampak maksimal dalam menekan angka stunting secara nasional.
Pemerintah juga memastikan bahwa layanan Makan Bergizi Gratis tetap beroperasi selama bulan puasa bagi seluruh kelompok sasaran. Distribusi untuk balita serta ibu hamil dan menyusui akan berjalan seperti biasa, sementara jadwal pemberian makanan bagi anak sekolah akan disesuaikan dengan waktu ibadah. Langkah ini menjadi strategi jangka panjang pemerintah untuk memastikan kehadiran negara dalam pemenuhan gizi masyarakat tidak terhenti oleh perubahan musim maupun waktu tertentu. Dikutip dari RRI.co.id