Tangerang – Banjir yang melanda Kabupaten Tangerang sejak awal Januari 2026 masih menyisakan dampak serius. Sebanyak 118 Kepala Keluarga (KK) di Desa Jenggot, Kecamatan Mekar Baru, hingga Kamis (5/2/2026) masih terisolasi, sementara 4.352 KK lainnya mengungsi di berbagai lokasi.
Camat Mekar Baru Iman Bahlawi mengatakan banjir disebabkan luapan anak Sungai Cidurian yang menggenangi permukiman warga dan jalan lingkungan di Desa Jenggot serta Desa Kedaung. Ketinggian air di wilayah terisolasi mencapai sekitar 90 sentimeter, sehingga proses evakuasi terkendala karena rumah warga berada dekat aliran sungai dan area persawahan.
Sebagian warga telah dievakuasi ke posko pengungsian di SDN Jenggati. Pemerintah kecamatan bersama BPBD terus menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi warga yang belum dapat dievakuasi. Pemerintah Kabupaten Tangerang juga merencanakan pembenahan aliran Sungai Cidurian sebagai solusi jangka panjang.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Tangerang mencatat genangan banjir masih terjadi di empat kecamatan, yakni Mekar Baru, Kronjo, Kresek, dan Gunung Kaler, dengan ketinggian air 30–50 sentimeter. Meski sebagian wilayah sudah surut, ribuan warga belum dapat kembali ke rumah karena kondisi lingkungan belum aman.
Dikutip dari RRI.co.id