Mataram – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan kegiatan Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) di SMAN 1 Kediri dengan peserta para guru dan tenaga pendidik pada hari Sabtu (14/02/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran guru sebagai agen perubahan dalam menanamkan budaya tertib berlalu lintas kepada para siswa di lingkungan sekolah.
Dalam pemaparannya, tim Jasa Raharja NTB menyampaikan data dan gambaran umum kecelakaan lalu lintas yang melibatkan usia pelajar. Para guru diberikan pemahaman mengenai faktor penyebab kecelakaan, risiko berkendara di bawah umur, serta pentingnya pengawasan dan edukasi berkelanjutan kepada siswa.
Selain edukasi keselamatan, Jasa Raharja juga menjelaskan peran dan fungsi perusahaan dalam memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas dan penumpang angkutan umum yang sah. Disampaikan pula mekanisme santunan serta pentingnya kontribusi masyarakat melalui pembayaran pajak kendaraan bermotor sebagai bagian dari sistem perlindungan tersebut.
Kegiatan PPKL ini berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para guru aktif menyampaikan pandangan dan tantangan yang dihadapi di lapangan, khususnya terkait kebiasaan siswa yang membawa kendaraan sendiri ke sekolah meskipun belum cukup umur atau belum memiliki kelengkapan berkendara.
Melalui kegiatan ini, Jasa Raharja NTB mendorong pihak sekolah untuk memperkuat regulasi internal terkait kedisiplinan berlalu lintas, termasuk pengawasan terhadap siswa yang membawa kendaraan. Peran guru dinilai sangat strategis dalam memberikan edukasi sekaligus keteladanan dalam keselamatan berkendara.
Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan PPKL ini karena memberikan wawasan dan pemahaman tambahan bagi para pendidik. Diharapkan materi yang diperoleh dapat diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran maupun pembinaan karakter siswa.
Dengan dilaksanakannya PPKL bagi para guru, Jasa Raharja NTB menegaskan komitmennya tidak hanya pada aspek penanganan korban kecelakaan, tetapi juga pada upaya pencegahan melalui penguatan peran tenaga pendidik. Sinergi antara Jasa Raharja dan pihak sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih peduli terhadap keselamatan berlalu lintas.