Banjir melanda 14 desa di delapan kecamatan Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (16/2/2026), setelah hujan deras mengakibatkan sungai meluap. Ketinggian genangan bervariasi antara 15 cm hingga satu meter, merendam permukiman, jalan lingkungan, dan persawahan.
Di Kecamatan Kedungjati, Desa Klitikan tergenang 20–30 cm, sedangkan air di Jalan Raya Kedungjati–Salatiga setinggi 20 cm. Di Desa Wates, Sungai Tuntang meluap dengan tinggi air 20–30 cm, kini mulai surut. Desa Tajemsari dan Sukorejo di Kecamatan Tegowanu terdampak 20–30 cm, sementara di Desa Penadaran, Kecamatan Gubug, ketinggian mencapai 30–50 cm.
Kecamatan Purwodadi mengalami genangan 15–20 cm di Kampung Jagalan Selatan, sementara Perumahan Permata Hijau, Kelurahan Kalongan, terendam sekitar satu meter dengan proses evakuasi masih berlangsung. Di Kecamatan Karangrayung, luapan sungai jebol di beberapa titik Desa Mojoagung, termasuk Dusun Krasak dan Klampisan, menggenangi puluhan rumah.
Banjir juga merendam persawahan, misalnya di depan SPBU Dusun Mojo setinggi satu meter sehingga kendaraan belum bisa melintas. Kecamatan Geyer terdampak di Desa Bangsri (Dusun Getas dan Geneng) dengan ketinggian 25 cm, dan Kecamatan Pulokulon di Desa Karangharjo (Dusun Legundi) 50 cm, dengan 30 warga melakukan evakuasi mandiri.
Meski sebagian genangan mulai surut, Kepala BPBD Grobogan Wahyu Tri Darmawanto mengimbau warga tetap waspada terhadap hujan susulan yang berpotensi memicu banjir kembali.
dikutip dari antaranews.com